Selasa, 23 Oktober 2012

TAWURAN ANTAR PELAJAR DI IBUKOTA

Maraknya tingkah laku agresif para pelajar akhir - akhir ini sangat memprihatinkan, mereka sering berkelahi antar sesama sekolah. perkelahian antar pelajar pada umumnya sangat merugikan dan perlu adanya suatu upaya untuk mencari jalan keluar dari masalah ini atau setidaknya mengurangi. perkembangan tekhnologi yang terpusat di kota - kota besar mempunyai hubungan yang erat dengan meningkatnya perilaku agresif yang dilakukan oleh para remaja kota, tawuran antar pelajar maupun antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu diperlihatkan di tengah-tengah masyarakat, mereka sudah tidak merasa bahwa perbuatan yang mereka lakukan sangat tidak terpuji dan telah mengganggu ketenangan dalam masyarakat, namun sebaliknya mereka merasa sangat bangga jika masyarakat itu takut pada geng/kelompok mereka. 
Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah - masalah yang sepele seperti saling ejek antar siswa sekolah namun mereka yang masih remaja yang memiliki emosi yang labil menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya karna dendam dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi mereka akan membalas perilaku yang disebabkan oleh siswa sekolah lain yang mereka anggap merugikan bagi mereka.

Faktor - faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.yang dimaksud dari faktor internal disini adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi masalah disekitarnya dan semua pengaruh yang datang dari luar. Perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan dalam melakukan proses adaptasi terhadap lingkungan sekitar.
adapun faktor - faktor eksternal adalah sebagai berikut :
  1. faktor keluarga
  2. faktor lingkungan sekolah
  3. faktor lingkungan tempat tinggal.
untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar terdapat dua teori, teori yang pertama adalah teori dari Kartini Kartono. Dia menyebutkan bahwa untuk mengatasi tawuran antar pelajar atau kenakalan remaja pada umunya adalah :
  • banyak mawas diri, selalu melihat kelemahan dan kekurangan diri, selalu melakukan koreksi diri.
  • memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja pada saat ini.
  • mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
sedangkan teori yang kedua adalah dari Dryfoos, dia menyebutkan bahwa untuk mengatasi tawuran antar pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya harus diadakan program yang meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
  • program harus lebih luas cangkupanya dari pada hanya berfokus pada kenakalan,
  • program harus memiliki komponen - komponen ganda, karna tidak ada satupun komponen yang berdiri sendiri.
  • program harus sudah dimulai sejak awal masa perkembangan anak.
referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar