Selasa, 20 Desember 2011

Tugas softskill (04)

1.       Di dalam melakukan perubahan atau penyesuaian organisasi harus melihat pada factor-faktor yang umum dapat mempengaruhi, maka hal yang terpenting dalam perubahan harus melihat pada aspek ?
Aspek yang dapat dilihat meliputi:
a). Aspek globalisasi,
b). Aspek reformasi politik,
c). Aspek serikat pekerja,
d). Aspek perubahan status perusahaan dari milik negara ke swasta, atau sebaliknya,
e). Aspek perubahan demografis.

2.       Apa yang dimaksud dengan records retention schedule ?
Adalah suatu kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam rangka proses management.

3.       Pemasalahan record retention schedule setiap organisasi masalah ini bersifat relative, sebab terdapat perbedaan, sifat relative ini tergantung pada, sebutkan ?
-          Jenis organisasinya,
-          Waktu.

4.       Jelaskan dalam bentuk bagan hubungan timbale balik antara manajemen, organisasi dan metode atau tata kerja ?


a). Managemen
Proses pencapaian tujuan melalui kerjasama antara beberapa individu.
b).Organisasi
Alat bantu untuk pencapaian tujuan tersebut.
c). Metode/Tata kerja
Pola atau cara kerja yang digunakan untuk pencapaian tujuan dengan efisien.

5.       Jelaskan dimensi-dimensi yang menjadi dasar dari evolusi organisasi ?
a). Merefleksikan bahwa organisasi itu merupakan suatu sistem.
b). Berhubungan dengan hasil akhir dari struktur organisasi.

Tugas softskill (03)

1.     Definisi organisasi perusahaan menurut Fremont E. Kast dan James E. Rosenzwing tahun 1974, adalah :
Struktur adalah hubungan dari berbagai fungsi atau kegiatan dalam suatu organisasi.

2.      Kegiatan-kegiatan manajemen menurut Henry Fayol, adalah :
a). Perencanaan,
b). Pengorganisasian,
c). Pemberian perintah,
d). Pengkoordinasian,
e). Pengawasan.

3.      Dalam konsep manajemen, persoalan terpenting dalam merealisasikan tujuannya oleh seorang manajer atau pimpinan dan dapat dijadikan sebagai alat manajemen, terletak  pada Pengambilan keputusan.

4.      Terdapat dua dimensi dasar di dalam evolusi teori organisasi dan setiap dimensi mempunyai perspektif yang saling bertentangan, dalam dimensi pertama, organisasi adalah sistem sebelum tahun 1960 dimana teori organisasi cenderung di dominasi oleh perspektif tertutup, organisasi – organisasi di pandang berdiri sendiri dan tertutup bagi lingkungan namun pada tahun 1960 teori organisasi mulai dapat menerima perspektif sistem terbuka analisis yang sebelumnya hanya terfokus pada karakteristik intern dari organisasi kemudian berubah menjadi pendekatan yang menekankan pentingnya organisasi memperhatikan peristiwa dan proses yang terjadi di lingkungan luar.

5.      Proses pelaksanaan kerja atau operasional organisasi harus sesuai dengan persyaratan mutlak yang diperlukan dalam proses manajemen, maka persyaratan tata kerja yang tepat bertujuan :
Menghasilkan hasil yang tepat dan akurat.

6.      Berdasarkan pada aspek-aspek yang mempengaruhi organisasi dengan melihat pada alat manajemen dalam mencapai tujuan, maka organisasi dapat bersifat :
a). Kekeluargaan,
b). Persahabatan,
c). Nasional,
d). Internasional.

7.      Di dalam melakukan perubahan atau penyesuaian organisasi harus melihat pada factor-faktor yang umum dapat mempengaruhi, maka hal yang terpenting dalam perubahan harus melihat pada :
Faktor lain yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan organisasi yang berasal dari sistem psikososial, yang menjadi fakta sebenarnya sukses atau tidaknya organisasi tergantung pada bagaimana perilaku dan usaha dari seseorang dalam melakukan tugasnya guna mencapai tujuannya.

8.      Dalam sifat dimanisnya organisasi, terdapat factor yang dapat mempengaruhinya, yaitu :
a). Faktor Intern,
      - Tujuan,
      - Manusia,
      - Hubungan tata kerja.
b). Faktor Ekstern,
      - Bersifat Non fisik,
      - Bersifat fisik.

9.      Talcott Parsons, tahun 1960, membedakan organisasi berdasarkan kebutuhan social, yaitu :
a). Organisasi ekonomi,
b). Organisasi politik,
c). Organisasi pengabdian masyarakat,
d). Organisasi pelestarian.

10.  Organisasi memiliki daur hidup, berdasarkan Kim S. Cameron  dan David A. Whetten, terdiri dari tahap :
-          Pancaran (orientasi)
-          Bayi
-          Kanak-kanak
-          Remaja
-          Dewasa
-          Matang
-          Aristokrasi
-          Birokrasi awal.

Tugas Softskill (02)

1.      Pada realita dalam suatu organisasi, pembagian kerja masih berlaku, jelaskan !
Karena dalam berorganisasi, orang yang terdapat di dalamnya tidak dapat bekerja sendiri melainkan dikerjakan secara bersama atau berkelompok, jika dikerjakan sendiri dan tidak berkelompok maka target yang akan dicapai tidak akan terwujud. Diperlukan suatu pembagian kerja yang berguna agar tidak terjadi saling mengandalkan supaya target yang ingingin dicapai dapat terealisasikan.

2.      Contohkan dengan kasus sederhana mengenai standarisasi dapat mendorong koordinasi ?
Sebuah pabrik yang memproduksi spare part kendaraan akan mengikuti  ketentuan yang telah ditetapkan oleh badan standarisasi nasional yang dibentuk oleh pemerintah.

3.      Jika terdapat bentuk organisasi  seperti di bawah ini :


  1. Berapa  arus hubungan komunikasi ?
Ada 16 yaitu A-I, A-II, A-III, A-IV, I-II, I-III, I-IV, II-I, II-III, II-IV, III-I, III-II, III-IV, IV-I, IV-II, IV-III.

  1. Lengkapi gambar tersebut dengan garis arus hubungan komunikasi !




4.      Jelaskan arti dari komunikasi adalah proses penyampaian keterangan ?
Adalah suatu proses penyampaian informasi dengan pemaparan yang lebih lengkap dan jelas.


5.      Organisasi menggunakan formalisasi akan memperoleh keuntungan-keuntungan, sebutkan keuntungan – ketuntungan tersebut dan berikan contoh ?
Keuntungan finansial : bertambahnya modal seperti uang dan lain-lain.

Senin, 05 Desember 2011

C.     Pengertian Organisasi.

O
rganisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang / manusia untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang berlaku, atau suatu wadah / tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah di tetapkan bersama – sama.
Ciri – ciri organisasi adalah sebagai berikut:
1). Terdiri dari 2 orang atau lebih.
2). Adanya kerjasama.
3). Adanya komunikasi antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.
4). Adanya suatu tujuan yang ingin dicapai.

- Organisasi dapat dilihat dengan 2 cara yang berbeda yaitu:
1). Organisasi sebagai suatu sistem terbuka dimana terdiri atas sub – sistem yang saling berkaitan dan memperoleh input data untuk diolah yang berasal dari lingkungan serta menyalurkan output hasil pengolahan data tersebut ke lingkungan kembali.
2). Organisasi sebagai sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan secara bersama.

- Organisasi dapat diartikan dalam 2 macam yaitu:
a). Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai suatu wadah / tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan.
b). Dalam arti dinamis, yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang – orang yang bekerjasama baik bersifat formal maupun bersifat informal.
B.    Pengertian Tata kerja.

T
ata Kerja atau metode adalah suatu cara dimana agar sumber – sumber dan juga waktu yang tersedia serta amat diperlukan dapat di manfaatkan dengan sebaik mungkin dan tepat sehinggga proses kegiatan dalam management dapat dilaksanakan dengan tepat dan baik. Dengan tata kerja yang tepat maka pencapaian tujuan telah diakukan dengan cara ilmiah dan praktis, selain itu pemakaian tata kerja yang tepat ditujukan untuk :
a). Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penggunaan sumber – sumber dan waktu yang tersedia.
b). Menghindari kemacetan – kemacetan dan kesimpangsiuran dalam pengolahan sumber – sumber data.
c). Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
A.    Pengertian management
M
anagement adalah Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia, rumusan tersebut mengandung arti adanya suatu hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama di satu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan tersebut  maka perlu dibentuk suatu wadah yang dinamakan organisasi dimana pada pokok pembentukannya  dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu bentuk kerjasama yang efisien guna mencapai suatu tujuan secara bersama. Dalam perjalanannya management selalu beriringan dengan organisasi fungsi dari organisasi itu sendiri adalah suatu alat dari management untuk mencapai suatu tujuan bersama yang diinginkan, demikian eratnya dan kekalnya ( consistency ) hubungan antara management dan organisasi.

Rabu, 23 November 2011

Teori X dan Teori Y – Douglas Mc Gregor


Pada tahun 1950, Douglas McGregor (1906-1964), seorang psikolog yang mengajar di MIT, mengkritik baik klasik dan hubungan manusia tidak memadai untuk sekolah sebagai kenyataan di tempat kerja. Dia percaya bahwa asumsi yang mendasari kedua sekolah mewakili pandangan negatif tentang sifat manusia dan pendekatan lain yang berdasarkan manajemen yang sama sekali berbeda serangkaian asumsi yang diperlukan. McGregor meletakkan ide-idenya dalam buku klasiknya 1957 artikel berjudul “The Human Side of Enterprise” dan buku tahun 1960 dengan nama yang sama, di mana ia memperkenalkan apa yang kemudian disebut humanisme baru. McGregor menyatakan bahwa pendekatan konvensional untuk mengelola didasarkan pada tiga proposisi utama, yang disebut Teori X:
1. Manajemen bertanggung jawab untuk mengatur unsur-unsur dari usaha produktif seperti uang, bahan, peralatan, dan orang-dalam kepentingan ekonomi berakhir.
2. Menghormati orang lain, ini adalah proses mengarahkan usaha mereka, memotivasi mereka, mengendalikan tindakan mereka, dan memodifikasi perilaku mereka agar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
3. Tanpa intervensi aktif oleh manajemen, orang akan pasif-bahkan resisten-untuk kebutuhan organisasi. Oleh karena itu mereka harus dibujuk, dihargai, dihukum, dan dikendalikan. Kegiatan mereka harus diarahkan.Tugas manajemen yang demikian hanya menyelesaikan sesuatu
Menurut McGregor organisasi tradisional dengan ciri-cirinya yang sentralisasi dalam pengambilan keputusan, terumuskan dalam dua model yang dia namakan Teori X dan Teori Y. Teori X menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Teori ini juga menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Lebih lanjut menurut asumsi teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah:
1. Tidak menyukai bekerja
2. Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
3. Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah organisasi.
4. Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
5. Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi.

Untuk menyadari kelemahan dari asumsi teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumsi teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja. Secara keseluruhan asumsi teori Y mengenai manusia adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktivitas-aktivitas fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
Dengan memahami asumsi dasar teori Y ini, Mc Gregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi manajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan kesempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut McGregor, manajemen ajaran ini didasarkan pada Asumsi kurang eksplisit tentang sifat manusia. Yang pertama dari asumsi ini adalah bahwa individu tidak suka bekerja dan akan berubah jika ada kemauan. Asumsi selanjutnya adalah bahwa manusia tidak ingin tanggung jawab dan keinginan eksplisit arah. Selain itu, individu diasumsikan individu menempatkan keprihatinan di atas bahwa organisasi tempat mereka bekerja dan untuk menolak perubahan, keamanan menilai lebih dari pertimbangan-pertimbangan lain di tempat kerja. Akhirnya, manusia diasumsikan mudah dimanipulasi dan dikendalikan.

McGregor berpendapat bahwa baik klasik dan pendekatan hubungan manusia tergantung manajemen sama ini serangkaian asumsi. Gaya keras menyebabkan manajemen pembatasan output, saling tidak percaya, unionism, dan bahkan sabotase. McGregor disebut gaya kedua manajemen “lunak” dan mengidentifikasi metode-metode sebagai permisif dan kebutuhan kepuasan. McGregor menyarankan bahwa gaya lembut manajemen sering mengarah ke manajer ‘kegagalan untuk melakukan peran manajerial mereka. Ia juga menunjukkan bahwa karyawan sering mengambil keuntungan dari manajer yang terlalu permisif dengan menuntut lebih banyak, melainkan tampil di tingkat yang lebih rendah.

Mc.Gregor tertarik pada karya Abraham Maslow (1908-1970) untuk menjelaskan mengapa asumsi Teori X tidak efektif menyebabkan manajemen. Maslow telah mengusulkan bahwa kebutuhan manusia diatur dalam tingkat, dengan kebutuhan fisik dan keamanan di bagian bawah hierarki kebutuhan dan sosial, ego, dan kebutuhan aktualisasi diri di tingkat atas hirarki.
Titik dasar Maslow adalah bahwa begitu suatu kebutuhan terpenuhi, itu tidak lagi memotivasi perilaku; demikian, hanya tidak terpenuhi kebutuhan motivasi. McGregor menyatakan bahwa sebagian besar karyawan sudah mempunyai dan keselamatan fisik mereka pemenuhan kebutuhan dan motivasi bahwa penekanan telah bergeser ke sosial, ego, dan kebutuhan aktualisasi diri. McGregor mengajukan asumsi tersebut, yang ia percaya dapat menyebabkan lebih banyak manajemen yang efektif dari orang-orang dalam organisasi, di bawah rubrik Teori Y. proposisi utama dari Teori Y adalah sebagai berikut:
1. Manajemen bertanggung jawab untuk mengatur unsur-unsur dari usaha produktif seperti uang, bahan, peralatan, dan orang-orang dalam kepentingan ekonomi berakhir.
2. Orang tidak dengan sifat pasif atau resisten terhadap kebutuhan organisasi. Mereka telah menjadi begitu sebagai hasil dari pengalaman dalam organisasi.
3. Motivasi, pengembangan potensi, kapasitas untuk mengasumsikan tanggung jawab, dan kesiapan untuk mengarahkan perilaku ke arah tujuan organisasi semuanya hadir dalam orang-manajemen tidak menempatkan mereka di sana. Ini adalah tanggung jawab manajemen untuk memungkinkan orang untuk mengenali dan mengembangkan karakteristik manusia ini untuk diri mereka sendiri.
4. Tugas pokok manajemen adalah untuk mengatur kondisi organisasi dan metode operasi agar orang dapat mencapai tujuan-tujuan mereka sendiri dengan mengarahkan usaha mereka ke arah tujuan-tujuan organisasi.

Dengan demikian, Teori Y pada intinya memiliki asumsi bahwa upaya fisik dan mental yang terlibat dalam pekerjaan adalah wajar dan bahwa individu secara aktif mencari untuk terlibat dalam pekerjaan. Ini juga menganggap bahwa pengawasan yang ketat dan ancaman hukuman bukan satu-satunya alat atau bahkan cara-cara terbaik untuk membujuk karyawan untuk mengerahkan usaha produktif. Sebaliknya, jika diberi kesempatan, karyawan akan menampilkan motivasi diri untuk mengajukan upaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Menghindari tanggung jawab bukan merupakan kualitas yang melekat sifat manusia; individu akan benar-benar mencarinya di bawah kondisi yang tepat. Teori Y juga beranggapan bahwa kemampuan untuk menjadi inovatif dan kreatif ada di antara yang besar, daripada segmen kecil dari populasi. terkait dengan pekerjaan, keinginan individu imbalan yang memuaskan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Meskipun McGregor tidak percaya bahwa adalah mungkin untuk membuat yang benar-benar tipe Teori Y-organisasi pada 1950-an, ia tidak percaya bahwa asumsi-asumsi Teori Y akan mengarah pada manajemen yang lebih efektif. Dia mengidentifikasi beberapa pendekatan untuk manajemen bahwa ia merasa telah konsisten dengan ajaran Teori Y. Ini termasuk desentralisasi wewenang pengambilan keputusan, pendelegasian, pekerjaan pembesaran, dan partisipatif manajemen. . Program pengayaan pekerjaan yang dimulai pada 1960-an dan 1970-an juga adalah konsisten dengan asumsi Teori Y. Pada 1970-an, 1980-an, dan 1990-an, konseptualisasi McGregor Teori X dan Teori Y sering digunakan sebagai dasar untuk diskusi gaya manajemen, karyawan keterlibatan, dan motivasi pekerja.

Beberapa penulis menyarankan bahwa organisasi pelaksana Teori Y cenderung untuk kembali kembali ke Teori X dalam ekonomi sulit kali. Lain menyarankan bahwa Teori Y tidak selalu lebih efektif daripada Teori X, tetapi bahwa kemungkinan dari setiap situasi manajerial yang ditentukan dari pendekatan ini lebih sesuai. Yang lain menyarankan ekstensi untuk Teori Y. Salah satunya, William Ouchi’s Theory Z, mencoba untuk menggabungkan kekuatan Amerika berdasarkan filosofi manajemen Teori Y dengan filosofi manajemen Jepang.


Douglas McGregor yang menyatakan bahwa ada dua pandangan tentang manusia : yang pertama pada dasarnya negatif (teori-X) dan kedua pada dasarnya positif (teori-Y). McGregor berkesimpulan bahwa pandangan seorang manajer tentang sifat manusia didasarkan atas pengelompokan asumsi tertentu dan manmusia cenderung menyesuaikan perilakunya terhadap bawahannya sesuai dengan asumsi-asumsi tersebut .
Ada empat asumsi yang dianut oleh para manajer dalam teori-X, yaitu :
1. Pada dasarnya pegawai tidak menyukai pekerjaan, jika mungkin berusaha menghindarinya.
2. Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, maka mereka harus dipaksa, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
3. Para pegawai akan mengelakkan tanggung jawab dan mencari pengarahan yang formal sepanjang hal itu terjadi.
4. Kebanyakan pegawai menempatkan rasa aman diatas faktor lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan memperlihatkan sedikit ambisi.
Sedangkan pandangan yang positif (teori-Y) adalah :
1. Para pegawai dapat mnelihat pekerjaan sebagai sesuatu yang biasa seperti halnya istirahat dan bermain.
2. Manusia akan menentukan arahnya sendiri dan mengendalikan diri, jika mereka merasa terikat kepada suatu tujuan.
3. Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima dan mencari tanggung jawab.
4. Kreativitas-kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang baik-tersebar luas pada seluruh populasi dan tidak selalu merupakan hak dari mereka yang menduduki fungsi manajerial.
Implikasi dari teori-X dan teori-Y terhadap teori organisasi, McGregor berargumentasi bahwa asumsi teori-Y lebih disukai dan dapat membimbing para manajer dalam merancang organisasi mereka serta dapat memotivasi pegawai-pegawainya