Senin, 05 Desember 2011

B.    Pengertian Tata kerja.

T
ata Kerja atau metode adalah suatu cara dimana agar sumber – sumber dan juga waktu yang tersedia serta amat diperlukan dapat di manfaatkan dengan sebaik mungkin dan tepat sehinggga proses kegiatan dalam management dapat dilaksanakan dengan tepat dan baik. Dengan tata kerja yang tepat maka pencapaian tujuan telah diakukan dengan cara ilmiah dan praktis, selain itu pemakaian tata kerja yang tepat ditujukan untuk :
a). Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penggunaan sumber – sumber dan waktu yang tersedia.
b). Menghindari kemacetan – kemacetan dan kesimpangsiuran dalam pengolahan sumber – sumber data.
c). Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
A.    Pengertian management
M
anagement adalah Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia, rumusan tersebut mengandung arti adanya suatu hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama di satu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan tersebut  maka perlu dibentuk suatu wadah yang dinamakan organisasi dimana pada pokok pembentukannya  dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu bentuk kerjasama yang efisien guna mencapai suatu tujuan secara bersama. Dalam perjalanannya management selalu beriringan dengan organisasi fungsi dari organisasi itu sendiri adalah suatu alat dari management untuk mencapai suatu tujuan bersama yang diinginkan, demikian eratnya dan kekalnya ( consistency ) hubungan antara management dan organisasi.

Rabu, 23 November 2011

Teori X dan Teori Y – Douglas Mc Gregor


Pada tahun 1950, Douglas McGregor (1906-1964), seorang psikolog yang mengajar di MIT, mengkritik baik klasik dan hubungan manusia tidak memadai untuk sekolah sebagai kenyataan di tempat kerja. Dia percaya bahwa asumsi yang mendasari kedua sekolah mewakili pandangan negatif tentang sifat manusia dan pendekatan lain yang berdasarkan manajemen yang sama sekali berbeda serangkaian asumsi yang diperlukan. McGregor meletakkan ide-idenya dalam buku klasiknya 1957 artikel berjudul “The Human Side of Enterprise” dan buku tahun 1960 dengan nama yang sama, di mana ia memperkenalkan apa yang kemudian disebut humanisme baru. McGregor menyatakan bahwa pendekatan konvensional untuk mengelola didasarkan pada tiga proposisi utama, yang disebut Teori X:
1. Manajemen bertanggung jawab untuk mengatur unsur-unsur dari usaha produktif seperti uang, bahan, peralatan, dan orang-dalam kepentingan ekonomi berakhir.
2. Menghormati orang lain, ini adalah proses mengarahkan usaha mereka, memotivasi mereka, mengendalikan tindakan mereka, dan memodifikasi perilaku mereka agar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
3. Tanpa intervensi aktif oleh manajemen, orang akan pasif-bahkan resisten-untuk kebutuhan organisasi. Oleh karena itu mereka harus dibujuk, dihargai, dihukum, dan dikendalikan. Kegiatan mereka harus diarahkan.Tugas manajemen yang demikian hanya menyelesaikan sesuatu
Menurut McGregor organisasi tradisional dengan ciri-cirinya yang sentralisasi dalam pengambilan keputusan, terumuskan dalam dua model yang dia namakan Teori X dan Teori Y. Teori X menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Teori ini juga menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Lebih lanjut menurut asumsi teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah:
1. Tidak menyukai bekerja
2. Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
3. Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah organisasi.
4. Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
5. Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi.

Untuk menyadari kelemahan dari asumsi teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumsi teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja. Secara keseluruhan asumsi teori Y mengenai manusia adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktivitas-aktivitas fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
Dengan memahami asumsi dasar teori Y ini, Mc Gregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi manajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan kesempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut McGregor, manajemen ajaran ini didasarkan pada Asumsi kurang eksplisit tentang sifat manusia. Yang pertama dari asumsi ini adalah bahwa individu tidak suka bekerja dan akan berubah jika ada kemauan. Asumsi selanjutnya adalah bahwa manusia tidak ingin tanggung jawab dan keinginan eksplisit arah. Selain itu, individu diasumsikan individu menempatkan keprihatinan di atas bahwa organisasi tempat mereka bekerja dan untuk menolak perubahan, keamanan menilai lebih dari pertimbangan-pertimbangan lain di tempat kerja. Akhirnya, manusia diasumsikan mudah dimanipulasi dan dikendalikan.

McGregor berpendapat bahwa baik klasik dan pendekatan hubungan manusia tergantung manajemen sama ini serangkaian asumsi. Gaya keras menyebabkan manajemen pembatasan output, saling tidak percaya, unionism, dan bahkan sabotase. McGregor disebut gaya kedua manajemen “lunak” dan mengidentifikasi metode-metode sebagai permisif dan kebutuhan kepuasan. McGregor menyarankan bahwa gaya lembut manajemen sering mengarah ke manajer ‘kegagalan untuk melakukan peran manajerial mereka. Ia juga menunjukkan bahwa karyawan sering mengambil keuntungan dari manajer yang terlalu permisif dengan menuntut lebih banyak, melainkan tampil di tingkat yang lebih rendah.

Mc.Gregor tertarik pada karya Abraham Maslow (1908-1970) untuk menjelaskan mengapa asumsi Teori X tidak efektif menyebabkan manajemen. Maslow telah mengusulkan bahwa kebutuhan manusia diatur dalam tingkat, dengan kebutuhan fisik dan keamanan di bagian bawah hierarki kebutuhan dan sosial, ego, dan kebutuhan aktualisasi diri di tingkat atas hirarki.
Titik dasar Maslow adalah bahwa begitu suatu kebutuhan terpenuhi, itu tidak lagi memotivasi perilaku; demikian, hanya tidak terpenuhi kebutuhan motivasi. McGregor menyatakan bahwa sebagian besar karyawan sudah mempunyai dan keselamatan fisik mereka pemenuhan kebutuhan dan motivasi bahwa penekanan telah bergeser ke sosial, ego, dan kebutuhan aktualisasi diri. McGregor mengajukan asumsi tersebut, yang ia percaya dapat menyebabkan lebih banyak manajemen yang efektif dari orang-orang dalam organisasi, di bawah rubrik Teori Y. proposisi utama dari Teori Y adalah sebagai berikut:
1. Manajemen bertanggung jawab untuk mengatur unsur-unsur dari usaha produktif seperti uang, bahan, peralatan, dan orang-orang dalam kepentingan ekonomi berakhir.
2. Orang tidak dengan sifat pasif atau resisten terhadap kebutuhan organisasi. Mereka telah menjadi begitu sebagai hasil dari pengalaman dalam organisasi.
3. Motivasi, pengembangan potensi, kapasitas untuk mengasumsikan tanggung jawab, dan kesiapan untuk mengarahkan perilaku ke arah tujuan organisasi semuanya hadir dalam orang-manajemen tidak menempatkan mereka di sana. Ini adalah tanggung jawab manajemen untuk memungkinkan orang untuk mengenali dan mengembangkan karakteristik manusia ini untuk diri mereka sendiri.
4. Tugas pokok manajemen adalah untuk mengatur kondisi organisasi dan metode operasi agar orang dapat mencapai tujuan-tujuan mereka sendiri dengan mengarahkan usaha mereka ke arah tujuan-tujuan organisasi.

Dengan demikian, Teori Y pada intinya memiliki asumsi bahwa upaya fisik dan mental yang terlibat dalam pekerjaan adalah wajar dan bahwa individu secara aktif mencari untuk terlibat dalam pekerjaan. Ini juga menganggap bahwa pengawasan yang ketat dan ancaman hukuman bukan satu-satunya alat atau bahkan cara-cara terbaik untuk membujuk karyawan untuk mengerahkan usaha produktif. Sebaliknya, jika diberi kesempatan, karyawan akan menampilkan motivasi diri untuk mengajukan upaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Menghindari tanggung jawab bukan merupakan kualitas yang melekat sifat manusia; individu akan benar-benar mencarinya di bawah kondisi yang tepat. Teori Y juga beranggapan bahwa kemampuan untuk menjadi inovatif dan kreatif ada di antara yang besar, daripada segmen kecil dari populasi. terkait dengan pekerjaan, keinginan individu imbalan yang memuaskan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Meskipun McGregor tidak percaya bahwa adalah mungkin untuk membuat yang benar-benar tipe Teori Y-organisasi pada 1950-an, ia tidak percaya bahwa asumsi-asumsi Teori Y akan mengarah pada manajemen yang lebih efektif. Dia mengidentifikasi beberapa pendekatan untuk manajemen bahwa ia merasa telah konsisten dengan ajaran Teori Y. Ini termasuk desentralisasi wewenang pengambilan keputusan, pendelegasian, pekerjaan pembesaran, dan partisipatif manajemen. . Program pengayaan pekerjaan yang dimulai pada 1960-an dan 1970-an juga adalah konsisten dengan asumsi Teori Y. Pada 1970-an, 1980-an, dan 1990-an, konseptualisasi McGregor Teori X dan Teori Y sering digunakan sebagai dasar untuk diskusi gaya manajemen, karyawan keterlibatan, dan motivasi pekerja.

Beberapa penulis menyarankan bahwa organisasi pelaksana Teori Y cenderung untuk kembali kembali ke Teori X dalam ekonomi sulit kali. Lain menyarankan bahwa Teori Y tidak selalu lebih efektif daripada Teori X, tetapi bahwa kemungkinan dari setiap situasi manajerial yang ditentukan dari pendekatan ini lebih sesuai. Yang lain menyarankan ekstensi untuk Teori Y. Salah satunya, William Ouchi’s Theory Z, mencoba untuk menggabungkan kekuatan Amerika berdasarkan filosofi manajemen Teori Y dengan filosofi manajemen Jepang.


Douglas McGregor yang menyatakan bahwa ada dua pandangan tentang manusia : yang pertama pada dasarnya negatif (teori-X) dan kedua pada dasarnya positif (teori-Y). McGregor berkesimpulan bahwa pandangan seorang manajer tentang sifat manusia didasarkan atas pengelompokan asumsi tertentu dan manmusia cenderung menyesuaikan perilakunya terhadap bawahannya sesuai dengan asumsi-asumsi tersebut .
Ada empat asumsi yang dianut oleh para manajer dalam teori-X, yaitu :
1. Pada dasarnya pegawai tidak menyukai pekerjaan, jika mungkin berusaha menghindarinya.
2. Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, maka mereka harus dipaksa, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
3. Para pegawai akan mengelakkan tanggung jawab dan mencari pengarahan yang formal sepanjang hal itu terjadi.
4. Kebanyakan pegawai menempatkan rasa aman diatas faktor lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan memperlihatkan sedikit ambisi.
Sedangkan pandangan yang positif (teori-Y) adalah :
1. Para pegawai dapat mnelihat pekerjaan sebagai sesuatu yang biasa seperti halnya istirahat dan bermain.
2. Manusia akan menentukan arahnya sendiri dan mengendalikan diri, jika mereka merasa terikat kepada suatu tujuan.
3. Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima dan mencari tanggung jawab.
4. Kreativitas-kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang baik-tersebar luas pada seluruh populasi dan tidak selalu merupakan hak dari mereka yang menduduki fungsi manajerial.
Implikasi dari teori-X dan teori-Y terhadap teori organisasi, McGregor berargumentasi bahwa asumsi teori-Y lebih disukai dan dapat membimbing para manajer dalam merancang organisasi mereka serta dapat memotivasi pegawai-pegawainya

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pengertian dan Hubungan antara Management, organisasi dan tata kerja

Pada dasarnya pengertian dari organisasi adalah Suatu kumpulan dari sekelompok orang yang berada dalam satu lingkup wadah untuk mencapai suatu tujuan bersama - sama. Didalam organisasi terdapat beberapa unsur yang menunjang terbentuknya organisasi antara lain:

  1. Manusia, didalam sistem organisasi manusia sangat berperan penting dalam menjalankan organisasi namun dalam penempatanya digolongkan menjadi beberapa bagian menurut fungsi dan keahliannya seperti pimpinan/ manager.
  2. Kerjasama(Team work), dalam menjalankan aktivitasnya organisasi dimana di dalamnya terdapat sekelompok orang saling bantu dalam menjalankan tugas mereka guna mencapai satu tujuan yang sama.
  3. Tujuan/ Visi, merupakan arah atau sasaran yang ingin dicapai, tujuan merupakan garis akhir dari apa yang dikerjakan sejak awal seccara bersama.
  4. Peralatan, dalam menjalankan suatu organisasi membutuhkan beberapa peralatan seperti Uang, gedung, kendaraan, Tanah dan lain - lain.
Management adalah suatu proses dimana didalamnya terdapat suatu perencanaan, pengorganisasian dan kepemimpinan guna mencapai suatu tujuan organisasi yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu sistem organisasi dimana dapat diartikan dengan sekumpulan manusia yang disatukan dalam suatu bentuk kerjasama yang efisien guna mencapai hasil yang telah di targetkan.
Tata kerja atau sering disebut juga dengan metode adalah suatu cara agar sumber - sumber dan waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan tepat dan semaksimal mungkin sehingga segala proses kegiatan management dapat dilakukan dengan tepat. Dengan tata kerja yang baik sehingga proses kegiatan dalam pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis.
Tujuan dari Tata keja pada dasarnya adalah sebagai berikut :
  1.  Menghindari terjadinnya pemborosan dalam segala hal seperti waktu dan dana.
  2. Menghindari terjadinya kesimpangsiuran data dalam proses pencapaian tujuan.
  3. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Hubungan antara management, organisasi dan tata kerja sangat erat bisa di katakan memiliki timbal balik antara ketiganya seperti :
  1. Management : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia,
  2. Organisasi    : Alat bantu guna mencapai tujuan tersebut serta sebagai alat bagi pengelompokan kerja sama,
  3. Tata kerja     : Pola atau sering disebut juga dengan cara - cara bagaimana kegiatan dan kerjasama harus dilakukan sehingga tercapainya tujuan tersebut.

Senin, 23 Mei 2011

WANITA PEROKOK AKTIF

WANITA PEROKOK AKTIF

W
anita perokok aktif mendengar kata itu saja saya sudah memikirkan sosok wanita yang nakal. Sekarang ini rokok bukan merupakan barang baru lagi bagi seorang wanita dimana waat ini telah banyak wanita yang menghisap rokok di saat stress dengan pekarjaan atau dikala santai guna menghilangkan kejenuhannya dengan rutinitasnya, rokok ini sebenarnya memiliki dampak negatif bagi si penggunanya/ konsumen terlebih penggunannya adalah wanita seperti gangguan kehamilan dan janin, gangguan saluran pernapasan (paru-paru), dan serangan jantung bagi wanita yang sedang hamil juga dapat berakibat fatal karena bayi yang dikandungnya akan terkena racun dari setiap batang rokok yang dihisap oleh ibunya seperti kecacatan fisik, maupun kerusakan paru-paru dan jantung.

Sebagian besar wanita yang perokok aktif mulai menghisap rokok lantaran stress dengan pekerjaannya serta kehidupanya yang ia jalani seperti tekanan yang terus menerus, dibandingkan dengan pria wanita sangat rentan dengan yang namanya stress dan tekanan setiap tekanan yang wanita terima beragam cara mereka tuk mengekspresikannya seperti merokok dan minum minuman beralkohol yang sebenarnya mereka mengetahui bahaya dari benda yang ia konsumsi, kemudian selain stress yang membuat seorang wanita menjadi seorang perokok aktif adalah pergaulan yang ia jalani baik di lingkungan tempat tinggal, pekerjaan dan lingkungan pergaulannya(bermainnya), kebiasaan merokok ini yang saya lihat sering dimulai saat mereka remaja karena menurut saya pada masa ini seseorang sangat labil dalam pergaulannya.

Dalam setiap bungkus rokok yang saya temui di pasaran terdapat suatu peringatan dari sang produsen rokok  bahwasanya merokok ini dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi(bagi pria), dan gangguan kehamilan serta janin (bagi wanita), akan tetapi kenapa peringatan yang telah di cantumkan di setiap bungkus rokok yang mereka beli seperti tidak mereka hiraukan., menurut saya semestinya pemerintah harus lebih menekankan tentang bahaya dari rokok dan asap rokoknya sendiri bagi tubuh manusia, sebab banyak sekali dampak negatif dari rokok ini baik untuk perokok aktif maupun perokok pasif, namun sosialisai pemerintah ini tidak akan berjalan sesuai dengan keinginan bersama jika personalnya sendiri(si perokok) tidak memiliki kesadaran untuk mengurangi bahkan sampai berhenti dari yang namanya rokok.

Rabu, 13 April 2011

Carut – Marutnya Dunia Sepakbola Indonesia

PSSI yang kita ketahui saat ini sedang dalam kondisi yang memperihatinkan dimana terdapat situasi yang kurang sejalan antara para anggotanya dengan ketua umum serta sekjennya dalam masalah pengambilan keputusan untuk LPI (Liga Primer Indonesia), dimana didalam liga tersebut bermain irfan dan kim serta perbedaan dalam masalah pemilihan ketua umum baru untuk PSSI.

Perbedaan pendapat antara para anggota PSSI dengan ketua umum beserta sekjennya pertama kali terjadi saat memutuskan kelegalan untuk LPI (Liga Primer Indonesia) pimpinan arifin panigoro dimana sebagian anggota menerima kehadiran LPI namun ada juga sebagian anggota yang tidak menyetujui kehadiran LPI di kancah persepakbolaan tanah air kita. Dimana ketua umum dan sekjennya tidak melegalkan kehadiran dari LPI tersebut serta mereka pun menyebutkan bahwa pemain timnas indonesia yang bermain di LPI akan dicoret namanya dari daftar pemain timnas Indonesia.

Kemudian persoalan yang membuat PSSI menjadi memanas adalah kisruhnya kongres pemilihan ketua umum PSSI periode 2011 - 2015 dimana dari 5 nama calon ketua umum hanya 2 yang lolos dimana salah satunya adalah ketua umum periode saat ini nurdinhalid. Yang menimbulkan kekisruhan adalah alasan mengapa ketiga orang tersebut tidak lolos dalam proses verifikasi, dimana di dalamnya terdapat nama George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Saat ini keduanya telah melakukan banding terhadap hasil keputusan dari kongres pertama  namun banding tersebut di tolak oleh komite banding PSSI dimana didalam komite tersebut juga terdapat sekjen PSSI nugraha besoes, komite banding juga menolak hasil dari komite pemilihan.

Selasa, 15 Maret 2011

Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari suatu dasar kebudayaan baik budaya daerah maupun budaya masyarakatnya. secara umum kebudayaan merupakan suatu jalan atau arah dimana dalam bertindak dan berfikir haruslah sejalan dengan jasmani dan rohaninya.
Ilmu Budaya Dasar sendiri bertujuan untuk :
1). Mengenali lebih dalam tentang dirinya maupun orang lain
2). Mengenali lebih dalam perilakunya sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
3). Sebagai jembatan penghubung yang mampu menjembatani beberapa perbedaan yang terdapat pada setiap individunya.
Kebudayaan itu sendiri memiliki beberapa Unsur seperti:
1). Sistem Religi/ Kepercayaan.
2). Sistem Organisasi Kemasyarakatan.
3). Ilmu pengetahuan.
4). Tekhnologi.
Kebudayaan memiliki beberapa aspek serta fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat seperti:
1). Aspek Kesenian dan budaya suatu daerah 
2). Aspek Bahasa dan adat istiadat

Seiring berjalanya waktu kebudayaan itu sendiripun mengalami perubahan yang sangat signifikan, perubahan ini didorong oleh beberapa faktor seperti 
1). kontak dengan negara lain 
faktor ini terjadi karna masuknya budaya luar dari beberapa negara yang mengadakan kerjasama dalam pertukaran kebudayaan.
2). Sistem Pendidikan
faktor ini terjadi karna sistem pendidikan negara tersebut telah menganut sistem pendidikan dari negara lain misalnya pendidikan bahasa sekarang ini begitu banyak bahasa yang dipelajari dalam sekolah lebih khususnya sekolah yang bertaraf internasional.
3). penduduk yang heterogen
maksudnya adalah penduduk yang mampu menerima budaya baru yang masuk dalam lingkungannya.

Beberapa faktor penghambat perubahan kebudayaan:
  1. Faktor dari dalam masyarakat.
  • Pertambahan dan berkurangnya Jumlah penduduk.
  • Pertentangan yang terjadi dalam lingkungan masyarakatnya.
  • Penemuan kebudayaan baru oleh masyarakatnya.
     2.  Faktor dari luar masyarakat.
  • Adanya peperangan antar negara.
  • Adanya pengaruh dari kebudayaan masyarakat lain.

dalam kenyataannya yang terdapat dalam masyarakat banyak terjadi pertentangan, banyak masyarakat yang menerima budaya luar daerahnya masuk namun ada juga masyarakat yang tidak menerima masuknya budaya baru dalam lingkungannya. mayarakat banyak menentang budaya luar dari negaranya karena alasan mereka budaya dari luar negara lebih banyak aspek negatifnya dari pada aspek positifnya dan akibat yang ditimbulkan dari budaya luar tersebut telah terlihat dengan bergesernya nilai kebudayaan itu sendiri dalam masyarakatnya.